17
Jun
|
Written by Topx
|
|
Sunday, 17 June 2007 |
|
Elegan dalam tampilan Ketika kita berbicara seni dari komputer atau pemrograman, biasanya kita mengasosiasikan dengan tampilan. Itulah sebabnya ada “perang agama” antara Microsoft, Apple Macintosh, dan UNIX (termasuk di dalamnya Linux, freeBSD, dan berbagai varian lainya) yang menggunakan X window. Sebetulnya ketika kita berbicara mengenai tampilan, kita tidak hanya berbicara mengenai Graphical User Interface (GUI) saja. Jaman awal komputer tanpa GUI pun kita sudah berbicara mengenai desain tampilan. Mari kita ambil sebuah contoh program yang ditulis dalam bahasa C++. #include <iostream> using namespace std; int main() { int x, y, z; cout << "Masukkan x\n"; cin >> x; cout << "Masukkan y\n"; cin >> y; z = x * y; cout << "z=" << z; } Program di atas meminta pengguna untuk memasukkan dua buah bilangan, mengalikan kedua bilangan tersebut dan memperagakan hasilnya. Berikut ini contoh keluaran atau tampilan dari program tersebut. Perhatikan bahwa kata “unix$” merupakan prompt dari console yang saya gunakan dan bukan bagian dari program. unix$ ./a.out Masukkan x 7 Masukkan y 5 z=35unix$ Program di atas terlihat berjalan dengan baik. Saya memasukkan nilai 7 dan 5. Hasil perkaliannya adalah 35. Kelihatannya program berjalan seperti yang diharapkan. Apa komentar anda terhadap tampilan dari program di atas? Komentar saya adalah sebagai berikut. Ketika kita diminta untuk memasukkan nilai x, kursor turun ke bawah. Ini disebabkan adanya newline pada akhir cout. Apakah tidak lebih elegan apabila tampilannya seperti berikut ini? Masukkan bilangan integer x: [] Selain memberikan informasi yang lebih jelas (bahwa yang harus dimasukkan adalah bilangan integer), pada tampilan tersebut, kursor berada di sebelah kanan dari tanda titik dua (:) dan dibatasi dengan sebuah spasi. Demikian pula tampilan hasil perkalian kurang elegan. Kita tidak tahu apa itu variabel z. Untuk saat ini karena kita baru saja membaca kode sumber dari program itu dan kodenya sangat sederhana, maka kita masih ingat bahwa z merupakan perkalian dari dua bilangan x dan y yang kita masukkan. Akan tetapi jika kodenya kompleks dan sudah lama kita tidak membuka kode sumber dari program tersebut, kita akan dibuat bingung dengan keluaran seperti itu. Kemudian setelah menampilkan hasilnya (dalam hal ini adalah angka 35), tidak ada newline sehingga prompt menempel di sebelah kanan dari hasil perkalian. Mari kita perbaiki kode program tersebut sehingga memiliki tampilan keluaran yang lebih baik. Berikut ini adalah salah satu alternatif perbaikan dari kode tersebut.
#include <iostream> using namespace std; int main() { int x, y, z; cout << "Masukkan bilangan integer x: "; cin >> x; cout << "Masukkan bilangan integer y: "; cin >> y; z = x * y; cout << "Hasil perkalian keduanya : " << z << "\n"; } Keluaran dari program di atas menjadi seperti ini: Masukkan bilangan integer x: 7 Masukkan bilangan integer y: 5 Hasil perkalian keduanya : 35 Bandingkan tampilan di atas dengan tampilan sebelumnya. Meskipun program memiliki fungsi yang sama, akan tetapi tampilan berbeda. Ini yang saya maksud dengan tampilan yang elegan. |
|
Last Updated ( Monday, 18 June 2007 )
|
|
| |
15
Jun
|
Written by Topx
|
|
Thursday, 14 June 2007 |
|
programing dengan seni Mengapa saya bersikeras untuk secara khusus menulis mengenai seni pemrograman? Bab ini akan menjelaskan alasan-alasan saya. Saya banyak melihat program buatan mahasiswa dan juga programmer “profesional” di Indonesia. Untuk sementara ini saya tidak membahas masalah fungsional dari program-program tersebut. Ini akan menjadi bahasan terpisah (mungkin di buku lain). Kita asumsikan saja bahwa program-program tersebut berjalan sesuai dengan fungsinya. Yang saya keluhkan adalah program tersebut tidak memiliki jiwa seni. Bahkan banyak program yang dibuat asal jalan dan “jorok.” Saya memang menuntut program yang anda buat memiliki aspek seni. Mengapa demikian? Bukankah yang penting adalah fungsi dari program tersebut? Selama program tersebut bisa berjalan secara fungsional apa salahnya? Baiklah, saya ambil beberapa analogi. Apa yang membedakan mobil BMW dengan angkot? Keduanya mobil bukan? Keduanya bisa membawa anda dari satu tempat ke tempat lain. Fungsi keduanya sama. Akan tetapi, angkot tentu saja bukan BMW. Desain dari mobil BMW sangat elegan. Apa yang membedakan produk dari Apple Computer dengan komputer dan sistem operasi buatan perusahaan komputer lainnya? Apple Computer memperhatikan masalah desain. Produk mereka memiliki estetika. Elegan. Saya masih ingat apa yang dikatakan oleh Steve Jobs - pendiri Apple Computer - dalam sebuah wawancara. Dia ditanya mengenai pendapatnya tentang Microsoft. Steve Jobs mengatakan bahwa dia tidak mempermasalahkan kesuksesan Microsoft, hanya ... ”They (Microsoft) don’t have taste!” Nah, itu dia! Software atau program komputer merupakan sebuah produk yang digunakan oleh manusia. Dia merupakan sebuah karya desain. |
|
Last Updated ( Friday, 15 June 2007 )
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 21 - 24 of 46 |