| pemrograman seri 1 |
|
|
|
| Written by Topx | |
| Wednesday, 13 June 2007 | |
|
Aplikasi dari komputer sudah menjadi bagian dari kehidupan kita seharihari.
Komputer yang dapat diprogram muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari komputer pribadi (personal computer) sampai ke mesin cuci yang bisa kita “program”. Secara tidak sadar, “pemrograman” sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Secara umum, aplikasi dari pemrograman ada banyak, seperti antara lain: 1. Aplikasi program komputer di perkantoran, toko, perusahaan; 2. Aplikasi di embedded system, seperti di handphone, kendali (controller) di pabrik; 3. Aplikasi di permainan (games) dan musik; 4. Aplikasi khusus di kedokteran, visualisasi data, penelitian. Ketika kita berbicara tentang “pemrograman,” sebagaian besar langsung mengasosiasikannya dengan ilmu komputer. Dengan kata lain pemrograman harus dipelajari secara formal. Di sisi lain, banyak juga orang yang menganggap bahwa pemrograman tidak membutuhkan ilmu khusus. Buktinya banyak programmer yang tidak memiliki latar belakang formal ilmu komputer. Mana yang benar? Perlukah sekolah komputer? Ketika komputer pertama kali dikembangkan, belum ada jurusan ilmu komputer. Belum ada orang yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu komputer. Yang ada adalah orang-orang yang senang bermain-main dengan komputer, atau “hacker.” Di kemudian hari memang muncul ilmu komputer er yang sangat serius dalam hal seni pemrograman. Dia membuat bukusecara formal. Jadi, apakah pemrograman itu ilmu atau seni? Jawaban dari pertanyaan ini adalah keduanya. Bahkan pakar komputer Charles Simonyi mengatakan bahwa programming adalah ilmu (science), seni (art), dan ketrampilan (skill, trade). Pengetahuan mengenai algoritma-algoritma adalah ilmu. Kemampuan membayangkan (imagining) hasil atau tampilan adalah seni. Kemampuan membuat kode adalah ketrampilan. Pendidikan formal ilmu komputer mengajari siswa tentang cara-cara membuat program. Siswa diajari logika, mengurutkan langkah, dan menuliskan program. Dua aspek yang diajarkan dengan metoda ini, yaitu aspek keilmuan dan ketrampilan dari pemrograman. Namun sayangnya, terlupakan dalam pendidikan ini adalah aspek seni dari pemrograman. Hasilnya adalah siswa yang mampu membuat program akan tetapi program yang dihasilkannya tidak memiliki nuansa seni. Membuat program mengandung aspek desain. Di sinilah aspek seni muncul. Faktor manusia sangat kental dalam desain. Itulah sebabnya komputer atau robot masih belum dapat membuat program sendiri. Saya tidak tahu apakah Isac Asimov1 setuju dengan pendapat ini. Ada program yang dapat membantu kita dalam menghasilkan program, seperti compiler atau “yacc” (yet another compiler compiler). Dapatkah mereka disebut robot yang menghasilkan robot? Menurut pendapat saya, tidak! Program tersebut tidak melakukan pemikiran tentang desain (membuat design decision), akan tetapi hanya menghasilkan keluaran secara mekanistik seperti halnya sebuah baut dihasilkan oleh mesin bubut yang berbasis CNC. Buku ini ingin membahas kedua aspek dari pemrograman, seni dan ilmu. Akan tetapi saya ingin memberi bahasan yang lebih ke aspek seninya. Sudah banyak buku yang membahas aspek teknis atau ilmunya. Tentu saja saya tidak ingin menganggap kecil sisi keilmuan dari pemrograman. Itulah sebabnya akan saya tampilkan juga sisi ilmu dari pemrograman ini. Saya bukan orang pertama yang tertarik untuk membahas masalah seni dalam pemrograman. Donald Knuth2 merupakan seorang pakar komput- “The Art of Computer Programming” [Knu98] yang sangat terkenal tersebut. Bahkan keprofesoran dari Donald Knuth adalah di bidang art of computer programming. Jika anda ingin belajar pemrograman, dengan bahasa tertentu, anda akan kecewa dengan buku ini karena buku ini lebih banyak membahas aspek filosofis dari pemrograman. Jika anda senang kepada hal-hal yang filosofis, mengawang-awang dan tidak membumi, maka buku ini cocok untuk anda. Kita perlu sedikit menghayal dan bermimpi. Contoh-contoh yang saya pakai di sini menggunakan beragam bahasa pemrograman. Hal ini sebetulnya kurang baik. Ini seperti mengajari anak berbicara, akan tetapi bahasa yang digunakan berubah-ubah setiap harinya. Anak tersebut akan bingung3. Dalam konteks buku ini, anda mungkin bingung. Tidak apalah. Sekali-sekali (berkali-kali?) saya perlu membuat anda bingung. bersambung....................... |
|
| Last Updated ( Thursday, 14 June 2007 ) |
| < Prev | Next > |
|---|
Anda merasa dikecewakan oleh pelayanan petugas kami? Kirimkan pesan, saran atau keluhan anda disini |
LAPORKAN KE MANAGEMENT |
| Yahoo! Messenger |
| Home |
| Product |
| Links |
| FAQs |
| Art & Business Directory |
| Blokir Situs |
| Lomba Desain Layout Friendster |
|
Lomba Menghias Layout Friendster Untuk memperingati Dirgahayu Kemerdekaan HUT RI yang ke 63, Intersat mengajak teman-teman semua untuk ikut meramaikan Peringatan tersebut. Dan bagi kalian yang memenuhi kategori desain yang paling bagus, menarik, informatif, Intersat menyediakan berbagai macam souvenir diantaranya:
Untuk dapat mengikuti event ini, silakan kirim email: Tujuan: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it Subject: Lomba Menghias Friendster di Intersat Isi: Link / URL address friendster anda (misal: http://profiles.friendster.com/10144091) Syarat untuk dapat mengikut event ini adalah dengan menambahkan script dibawah ini yang berwarna merah kedalam profile "About Me" <a href="http://www.wintersat.com"><img src="http://www.wintersat.com/intersat-merdeka.gif" height="100" width="400"></a>
Sehingga profile kamu akan terlihat seperti ini:
|