Skip to content

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size default color green color orange color
Advertisement
Home arrow Artikel Umum arrow Programming seri 4
20 Jun
Programming seri 4 PDF Print E-mail
Written by Topx   
Tuesday, 19 June 2007
Tetap elegan di belakang layar program
Jika demikian, maka kita buat program yang memiliki tampilan (graphical
user interface) (GUI) yang bagus saja. Kode di belakangnya tidak perlu
kita perhatikan. Ketika saya menuntut adanya desain yang elegan, saya
tidak membatasi hal ini dalam tampilan saja. Saya justru ingin menekankan
pentingnya seni pemrograman yang terjadi di belakang layar.
Steve Wozniak - salah seorang pendiri Apple Computer juga - disebut
orang sebagai Mozart-nya desain rangkaian digital. The Mozart of digital
design. Mengapa demikian? Steve Wozniak adalah desainer dari hardware
komputer Apple ][. Jika anda memiliki akses terhadap komputer Apple ][
tersebut, coba perhatikan desain rangkaiannya. Buka kap penutup komputer
tersebut dan perhatikan rangkaiannya. Floppy disk controller buatan
Steve Wozniak menggabungkan beberapa komponen (chip) menjadi satu.
Desainer rangkaian sebelumnya memperkirakan hal tersebut tidak mungkin
dilakukan. Rangkaiannya harusnya kompleks dan memiliki ukuran yang besar
sehingga tidak cocok untuk sebuah komputer pribadi. Steve Wozniak
tidak saja dapat membuat desain yang kompak, akan tetapi juga membuatnya
dengan style! Padahal, siapa sih yang mau melihat rangkaian dari
komputer Apple ][ tersebut? Toh, asal komputer bisa jalan, orang tidak begitu
peduli. Salah! Banyak orang yang peduli. Ah, mungkin tidak banyak,
tapi ada.
Mari kita ambil contoh kode program perkalian dua bilangan integer
yang sudah kita baca pada bagian sebelumnya. Perhatikan kode di bawah
ini.
#include <iostream>
using namespace std;
int main() { int x, y, z;
cout << "Masukkan bilangan integer x: "; cin >> x;
cout << "Masukkan bilangan integer y: "; cin >> y;
z = x * y; cout << "Hasil perkalian keduanya : " << z << "\n"; }
Meskipun kode di atas dapat dijalankan dan hasil tampilannya juga
bagus, akan tetapi kode tersebut susah dibaca. Tidak elegan sama sekali!
Kacau! Mengapa kode tidak disusun dengan elegan?
Jika malas membuat kode yang elegan, ada beberapa tools yang dapat
digunakan untuk membuat kode lebih mudah dibaca. Nama program tersebut
biasanya seputar source code pretty printing atau source code beautifier.
 
< Prev   Next >

Top Authors

angga: 30 Articles
Administrator: 23 Articles
sipelaut: 23 Articles
Topx: 20 Articles
Aan: 5 Articles
Agus Mulia Priyatna: 3 Articles
Rais: 3 Articles
Aryo: 1 Articles
Ulin: 1 Articles

MultiSitesSearch Module


Top

Alexa